Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai fungsi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena kedudukan PNS merupakan aparatur dan administrator Negara sebagai penggerak roda birokrasi.
Untuk itu, anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) harus senantiasa mengedepankan tiga peran utama, yakni sebagai abdi Negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah.
Dalam keberadaannya, organisasi Korpri Kota Depok masih tergolong relatif muda. Musyawarah organisasi tersebut pertama kali baru terselenggara di tahun 2000, dan yang kedua dilaksanakan pada tahun 2006.
Demi menjaga eksistensi dari organisasi tersebut, dan mengingat Dewan Pengurus KORPRI Kota Depok masa bakti 2004-2009 telah berakhir maka Dewan Pengurus KORPRI Kota Depok menyelenggarakan Musyawarah Kota (MUSKOT) III KORPRI Kota Depok, di Gedung Puri Agung, Pancoran mas Depok, Rabu (24/11).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, selaku penasehat Korpri Kota Depok. Tujuan penyelenggaraan acara tersebut adalah untuk menilai laporan pertangggungjawaban Dewan Pengurus KORPRI Kota Depok periode 2004-2009. Selain itu menetapkan program kerja KORPRI Kota Depok periode 2010-2015, memilih dan menetapkan Dewan Pengurus KORPRI Kota Depok periode 2010 – 2015. Dan Menyusun Kebijakan-kebijakan Strategis Dewan Pengurus KORPRI Kota Depok.
Dalam laporan pertanggungjawaban kepengurusan Korpri periode 2006-2011, Asep Rahmat Wakil Ketua I menyampaikan, program kerja DP-Korpri kota Depok periode tahun 2006-2011 yang direncanakan dan dilaksanakan merupakan amanat musyawarah kota tahun 2006, dan tidak dapat terpisahkan dari program kerja Pemerintah Kota Depok dalam mencapai visi dan menjalankan misi secara bertahap.
“Semua program di semua bidang sudah berjalan dengan baik. Kami sudah memfasilitasi pembuatan Kartu Tanda Anggota Korpri dari 2006-2009 sebanyak 2.108” kata Asep. Lebih lanjut dikatakannya, mengenai hambatan atau kendala organisasi diantaranya belum adanya penyetaraan eselonering struktural pada sekretariat dewan pengurus korpri kota depok, kondisi ini berdampak pada kekosongan posisi struktural di sekretariat Dewan Pengurus Kota Korpri Depok. Selain itu konsentrasi dan perhatian di pengurus inti belum merata mengingat kesibukan masing-masing, dan beberapa diantaranya telah memasuki masa purnabakti. Kemudian belum terjalinnya komunikasi kerja yang merata di semua unit kepengurusan, dan tingkat kepengurusan dibawahnya. Sehingga partisipasi anggota belum merata. Hambatan lainnya adalah Meskipun Korpri telah mengembangkan paradigma baru professional, netral – mandiri, dan sejahtera namun karena masih ada pandangan miring terhadap korpri, bahkan dari kalangan anggota. Sehingga kurang respon terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Korpri. Untuk itu, Asep Rahmat berharap agar ke depan Korpri kota Depok bisa mengatasi atau meminimalisir segala hambatan yang ada.
Jumat, 18 Februari 2011
Hunian di DEPOK
Saat ini, Depok menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat terhadap properti untuk hunian atau investasi. Ini dikarenakan Kota Depok memiliki lingkungan yang dinilai baik dan akses cepat ke ibukota Jakarta.
Banyaknya Situ di Kota Depok yang tersebar di berbagai sudut kota menjadi salah satu kelebihan yang membuat kota ini aman dari bahaya banjir. Kualitas air tanah yang bersih dan udaranya yang segar juga menjadi keunggulan.
Selain itu Depok juga dikenal sebagai kota pendidikan, karena Universitas Indonesia dan 17 buah universitas berkualitas lainnya terletak di Kota Depok. Bahkan saat ini jumlah universitas di Depok terbanyak diantara seluruh kota satelit Jakarta.
Kota Depok juga memiliki fasilitas yang lengkap dan menyenangkan, seperti pasar modern, rumah sakit, tempat hiburan keluarga/sarana rekreasi dan sekolah berkualitas. Aksesibilitas, banyaknya alternatif transportasi (KRL dan angkutan umum 24 jam) serta rencana pemerintah membuka 2 jalan tol yang membelah Depok menjadikan kota ini semakin menarik saja.
Kota Depok sekarang berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, dengan RT/RW yang lama, bangunan di Kota Depok paling tinggi adalah gedung dengan 8 lantai. Sekarang, dengan berbagai keunggulan Kota Depok, banyak investor yang mulai melirik Kota Depok sebagai salah satu tempat strategis untuk pembuatan hunian atau bangunan vertikal berlantai cukup tinggi. Ini terbukti dengan sudah dikeluarkannya izin pendirian dari pemerintah provinsi untuk Margonda Residence II dan III, yang merupakan bangunan hunian (apartemen) berlantai 20.
Sampai saat ini, Kota Depok dinilai sebagai kota yang memiliki banyak prestasi dan mendapatkan penghargaan di berbagai bidang, seperti di bidang kesehatan, sosial, olahraga, pendidikan, transparansi layanan masyarakat, dan lingkungan.
Depok juga menjadi kota penuh inovasi. Banyak produk lokal yang tumbuh di kota ini, seperti deterjen ramah lingkungan, sepatu, dan lain sebagainya.
Semua prestasi dan inovasi itu membuat Kota Depok juga dijadikan kota rujukan dan inspirasi bagi daerah lain. Terbukti dengan banyaknya kunjungan kerja dan studi banding yang dilakukan oleh pemerintah daerah lain.
Dulu orang malu untuk mengatakan tinggal di Depok, tetapi sekarang, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan Kota Depok, menyebut diri menjadi warga Depok adalah salah satu kebanggaan tersendiri.
Dengan segala keunggulan dan kemajuan yang dimiliki oleh Kota Depok, tentu saja tidak bisa asal memilih pemimpin untuk dapat menjalankan roda pemerintahan di kota ini. Pemimpin Kota Depok haruslah pihak yang dapat memberikan kenyamanan pada masyarakatnya dengan melestarikan dan meningkatkan keunggulan Kota Depok yang sudah ada, harus juga dapat mewujudkan pelayanan publik yang profesional berbasis teknologi informasi, mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, mewujudkan sumber daya manusia unggul – kreatif – religius serta dapat mewujudkan infrastruktur dan lingkungan yang nyaman.
Semua itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang berpengalaman dan sudah sangat mengenal Kota Depok. Karena itu, haruslah dipikirkan dengan seksama, pemimpin yang akan menggerakkan roda pemerintahan di kota ini. Pemegang amanah sebaiknya adalah orang yang bisa mengemban semangat Paricara Dharma, yaitu yang dapat menjadi abdi masyarakat dan abdi negara yang senantiasa mengutamakan kepada kebaikan, kebenaran dan keadilan.
Kota Depok akan terus menjadi kota favorit masyarakat bila pemimpin yang nanti bertugas berhasil melanjutkan pembangunan dan meneruskan perubahan untuk mewujudkan Kota Depok yang maju dan sejahtera.
Banyaknya Situ di Kota Depok yang tersebar di berbagai sudut kota menjadi salah satu kelebihan yang membuat kota ini aman dari bahaya banjir. Kualitas air tanah yang bersih dan udaranya yang segar juga menjadi keunggulan.
Selain itu Depok juga dikenal sebagai kota pendidikan, karena Universitas Indonesia dan 17 buah universitas berkualitas lainnya terletak di Kota Depok. Bahkan saat ini jumlah universitas di Depok terbanyak diantara seluruh kota satelit Jakarta.
Kota Depok juga memiliki fasilitas yang lengkap dan menyenangkan, seperti pasar modern, rumah sakit, tempat hiburan keluarga/sarana rekreasi dan sekolah berkualitas. Aksesibilitas, banyaknya alternatif transportasi (KRL dan angkutan umum 24 jam) serta rencana pemerintah membuka 2 jalan tol yang membelah Depok menjadikan kota ini semakin menarik saja.
Kota Depok sekarang berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, dengan RT/RW yang lama, bangunan di Kota Depok paling tinggi adalah gedung dengan 8 lantai. Sekarang, dengan berbagai keunggulan Kota Depok, banyak investor yang mulai melirik Kota Depok sebagai salah satu tempat strategis untuk pembuatan hunian atau bangunan vertikal berlantai cukup tinggi. Ini terbukti dengan sudah dikeluarkannya izin pendirian dari pemerintah provinsi untuk Margonda Residence II dan III, yang merupakan bangunan hunian (apartemen) berlantai 20.
Sampai saat ini, Kota Depok dinilai sebagai kota yang memiliki banyak prestasi dan mendapatkan penghargaan di berbagai bidang, seperti di bidang kesehatan, sosial, olahraga, pendidikan, transparansi layanan masyarakat, dan lingkungan.
Depok juga menjadi kota penuh inovasi. Banyak produk lokal yang tumbuh di kota ini, seperti deterjen ramah lingkungan, sepatu, dan lain sebagainya.
Semua prestasi dan inovasi itu membuat Kota Depok juga dijadikan kota rujukan dan inspirasi bagi daerah lain. Terbukti dengan banyaknya kunjungan kerja dan studi banding yang dilakukan oleh pemerintah daerah lain.
Dulu orang malu untuk mengatakan tinggal di Depok, tetapi sekarang, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan Kota Depok, menyebut diri menjadi warga Depok adalah salah satu kebanggaan tersendiri.
Dengan segala keunggulan dan kemajuan yang dimiliki oleh Kota Depok, tentu saja tidak bisa asal memilih pemimpin untuk dapat menjalankan roda pemerintahan di kota ini. Pemimpin Kota Depok haruslah pihak yang dapat memberikan kenyamanan pada masyarakatnya dengan melestarikan dan meningkatkan keunggulan Kota Depok yang sudah ada, harus juga dapat mewujudkan pelayanan publik yang profesional berbasis teknologi informasi, mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, mewujudkan sumber daya manusia unggul – kreatif – religius serta dapat mewujudkan infrastruktur dan lingkungan yang nyaman.
Semua itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang berpengalaman dan sudah sangat mengenal Kota Depok. Karena itu, haruslah dipikirkan dengan seksama, pemimpin yang akan menggerakkan roda pemerintahan di kota ini. Pemegang amanah sebaiknya adalah orang yang bisa mengemban semangat Paricara Dharma, yaitu yang dapat menjadi abdi masyarakat dan abdi negara yang senantiasa mengutamakan kepada kebaikan, kebenaran dan keadilan.
Kota Depok akan terus menjadi kota favorit masyarakat bila pemimpin yang nanti bertugas berhasil melanjutkan pembangunan dan meneruskan perubahan untuk mewujudkan Kota Depok yang maju dan sejahtera.
Perkembangan Ekonomi Kota Depok
Perkembangan Kota Depok dari aspek geografis, demografis maupun sumber pendapatan begitu pesat, terutama di bidang administrator pembangunan. Lompatan yang begitu cepat, serta pancaran keberhasilan dalam pembangunan adalah merupakan prestasi bersama, antara pemerintah daerah dan kesadaran masyarakatnya.
Ada beberapa indikator yang dapat dipergunakan sebagai acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok. Pertama, Indeks daya beli masyarakat Depok semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sisi daya beli terjadi peningkatan indeks daya beli dari 576,76 di tahun 2006 menjadi 586,49 di tahun 2009.
Kedua, capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) Kota Depok pada tahun tahun 2009 : 6,22 persen. Kontribusi paling dominan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan LPE, dari subsektor perdagangan dan jasa.
Ketiga, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42 persen pada tahun 2006 menjadi 52,77 persen di tahun 2009. Indikasi tersebut menandakan bahwa masyarakat Depok sudah dapat memenuhi kebutuhan sektor primer maupun sekunder.
Laju ekonomi yang meningkat tersebut, telah menjadikan Depok sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu terlihat secara nyata dengan semakin banyaknya layanan sektor jasa dan perdagangan yang bermunculan di Kota Depok, seperti restauran, Mall, tempat-tempat usaha dan layanan jasa lainnya.
Kesemuanya itu akan berdampak positif pada pemerintahan Kota Depok, yaitu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat menyerap tenaga kerja. Akhirnya, Depok yang sedang menuju kota jasa dan perdagangan tetap harus dibutuhkan pemerintahan daerah yang ditunjang oleh SDM yang berkualitas untuk dapat melayani masyarakatnya, hingga terwujud Kota Depok yang lebih maju dan bermartabat.
Ada beberapa indikator yang dapat dipergunakan sebagai acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok. Pertama, Indeks daya beli masyarakat Depok semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sisi daya beli terjadi peningkatan indeks daya beli dari 576,76 di tahun 2006 menjadi 586,49 di tahun 2009.
Kedua, capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) Kota Depok pada tahun tahun 2009 : 6,22 persen. Kontribusi paling dominan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan LPE, dari subsektor perdagangan dan jasa.
Ketiga, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42 persen pada tahun 2006 menjadi 52,77 persen di tahun 2009. Indikasi tersebut menandakan bahwa masyarakat Depok sudah dapat memenuhi kebutuhan sektor primer maupun sekunder.
Laju ekonomi yang meningkat tersebut, telah menjadikan Depok sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu terlihat secara nyata dengan semakin banyaknya layanan sektor jasa dan perdagangan yang bermunculan di Kota Depok, seperti restauran, Mall, tempat-tempat usaha dan layanan jasa lainnya.
Kesemuanya itu akan berdampak positif pada pemerintahan Kota Depok, yaitu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat menyerap tenaga kerja. Akhirnya, Depok yang sedang menuju kota jasa dan perdagangan tetap harus dibutuhkan pemerintahan daerah yang ditunjang oleh SDM yang berkualitas untuk dapat melayani masyarakatnya, hingga terwujud Kota Depok yang lebih maju dan bermartabat.
Pemerataan Pembangunan Selain Margonda
Yang perlu diingat oleh masyarakat menurut walikota adalah : “Kita tidak boleh menjadikan Margonda satu-satunya tujuan orang datang ke Depok. Sebab daerah yang lainnya akan mengalami pembangunan yang sama seperti Margonda, di tahun 2011 kita akan membangun Terminal Jati Jajar yang konstruksi jembatan dan persiapan lahannya akan direalisasikan Insya Allah pada tahun 2010 ini,” ucapnya.
“Kita akan terus menawarkan pusat pertumbuhan dan pelayanan yang potensial Depok, seperti di daerah Limo dan Cinere, akan dibangun pusat perbelanjaan baru, di Sea Games nanti juga saya akan mencoba merekomendasikan pusat pacuan kuda Limo menjadi arena yang dipakai untuk perhelatan akbar tersebut. Tidak lupa di wilayah timur dan utara. Cibubur akan dibuka sebagai wilayah kuliner, Tapos akan dibangun Rumah Pemotongan Hewan, terminal dan pasar induk untuk menyaingi pasar induk Kramat Jati. Kita punya keunggulan yaitu posisi yang dekat dengan jalan tol,” ungkap Walikota.
Begitu pula dengan Pembangunan Depok khususnya Margonda yang sangat pesat ternyata menurut Walikota Depok itu belum seberapa, sebab dirinya memiliki pandangan nantinya Margonda bersama dengan wilayah yang lain akan menjadi kota percontohan yang terbaik di Indonesia. Hal ini diutarakannya saat ditemui di Margonda Raya Sabtu (24/4). “Saya melihat Margonda belum menjadi apa-apa, Margonda belum bisa menjadi contoh model pelayanan yang terbaik. Meskipun sekarang ramai, ini masih belum seluruhnya teratur, seperti seluruh bangunan belum mundur 10 meter, titik penghijauan juga belum sempurna dan jalur trotoar dan jalur bersepeda belum terbangun, sebab Margonda yang akan dijadikan sebagai salah satu pusat niaga dan perdagangan di Kota Depok,” ucapnya.
Oleh karena itu pembangunan akan sepenuhnya merata dan menjadi semakin membaik, dan berkat dorongan semua pihak dengan bergotong royong. “Saya tidak mau membandingkan silakan nanti dilihat seperti apa nanti pertumbuhan Kota Depok,” tutup Walikota.
“Kita akan terus menawarkan pusat pertumbuhan dan pelayanan yang potensial Depok, seperti di daerah Limo dan Cinere, akan dibangun pusat perbelanjaan baru, di Sea Games nanti juga saya akan mencoba merekomendasikan pusat pacuan kuda Limo menjadi arena yang dipakai untuk perhelatan akbar tersebut. Tidak lupa di wilayah timur dan utara. Cibubur akan dibuka sebagai wilayah kuliner, Tapos akan dibangun Rumah Pemotongan Hewan, terminal dan pasar induk untuk menyaingi pasar induk Kramat Jati. Kita punya keunggulan yaitu posisi yang dekat dengan jalan tol,” ungkap Walikota.
Begitu pula dengan Pembangunan Depok khususnya Margonda yang sangat pesat ternyata menurut Walikota Depok itu belum seberapa, sebab dirinya memiliki pandangan nantinya Margonda bersama dengan wilayah yang lain akan menjadi kota percontohan yang terbaik di Indonesia. Hal ini diutarakannya saat ditemui di Margonda Raya Sabtu (24/4). “Saya melihat Margonda belum menjadi apa-apa, Margonda belum bisa menjadi contoh model pelayanan yang terbaik. Meskipun sekarang ramai, ini masih belum seluruhnya teratur, seperti seluruh bangunan belum mundur 10 meter, titik penghijauan juga belum sempurna dan jalur trotoar dan jalur bersepeda belum terbangun, sebab Margonda yang akan dijadikan sebagai salah satu pusat niaga dan perdagangan di Kota Depok,” ucapnya.
Oleh karena itu pembangunan akan sepenuhnya merata dan menjadi semakin membaik, dan berkat dorongan semua pihak dengan bergotong royong. “Saya tidak mau membandingkan silakan nanti dilihat seperti apa nanti pertumbuhan Kota Depok,” tutup Walikota.
Pertumbuhan Kota Depok
Rencana pembangunan dua jalan tol yang melintas di Kota Depok akan
dimulai tahun ini. Dua jalan tol yang akan dibangun itu adalah Jalan
Tol Pangeran Antasari-Citayam-Bojonggede sepanjang 22 kilometer dan
Jalan Tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14,5 kilometer.
Pembangunan dua jalan tol di Depok dinilai sebagai pembangunan
transformasi ketiga di kota satelit ini. Transformasi pertama adalah
pembangunan kawasan perumnas tahun 1976-1980, dan dianggap
pembangunan yang berhasil karena merupakan proyek percontohan
perumnas. Transformasi kedua adalah pindahnya Kampus Universitas
Indonesia ke Depok tahun 1987. Perpindahan Kampus UI ke Depok ini
mengubah wajah Kota Depok.
Dan transformasi ketiga adalah rencana pembangunan dua jalan tol.
Rencana pembangunan jalan tol tersebut membuat Kota Depok kini makin
dilirik investor. Sekarang saja sejumlah pusat perbelanjaan dibangun
di Jalan Margonda Raya. Lihatlah, misalnya, ITC Depok (103.270 m2 )
yang dikelola |Grup Sinarmas, Depok Town Square (Detos) seluas
160.000 m2 milik PT Lippo Karawaci, dan Margo City Square (49.000
m2) milik Grup Djarum. Para investor besar ini mengantisipasi
perkembangan Kota Depok yang sangat pesat, terutama bila dua jalan
tol selesai dibangun, tiga-empat tahun ke depan.
Kota Depok saat ini luasnya 20.029 hektar (200,2 m2), atau kurang
sepertiga luas Kota Jakarta yang 650 km2. Jumlah penduduk Kota Depok
tahun 2005 tercatat 1,374 juta jiwa dengan kepadatan rata-rata
6.244,14 jiwa/kilometer persegi. Dari luas kota itu, 50 persen
kawasan sudah dibangun, sisanya masih lahan tak terpakai.
Jalan Tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14 km akan berfungsi secara
regional karena menghubungkan wilayah Tangerang, Bogor, Bekasi, dan
Jakarta. Jalan tol dengan enam lajur yang total selebar 30 meter ini
rencananya akan melalui Jalan Tol Bumi Serpong Damai (BSD) dan Jalan
Tol Merak-Jakarta, dan pada akhirnya menembus masuk Kota Tangerang.
Tol Cinere-Jagorawi ini juga menghubungkan wilayah Bogor karena
melintas di Jalan Tol Jagorawi serta menghubungkan wilayah Bekasi
karena melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan akhirnya menembus
Kota Cikarang.
Kehadiran Jalan Tol Cinere- Jagorawi ini diharapkan dapat mengurangi
beban jalan tol dalam kota Jakarta, yang saat ini sudah terlalu
padat dan selalu macet. ?Pembebasan lahan direncanakan dimulai tahun
2006 ini juga. Tahun 2007 dijadwalkan pembangunan konstruksi dimulai
dan diharapkan tahun 2009 tol ini sudah beroperasi,? kata Pelaksana
Tugas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota
Depok Herman Hidayat kepada Kompas pekan lalu.
Jalan tol lainnya yang akan dibangun dalam waktu bersamaan adalah
Jalan Tol Pangeran Antasari-Citayam-Bojonggede sepanjang 22 km.
Jalan tol ini akan menghubungkan Jakarta Selatan (Jalan P Antasari),
Kota Depok, dan Kabupaten Bogor sehingga memudahkan akses warga
Depok dan Bogor yang akan ke Jakarta dan sebaliknya. Sepanjang 2 km
pertama jalan tol ini masuk wilayah Jakarta, setelah itu sepanjang
16 km melewati Kota Depok hingga Citayam, dan sepanjang 4 km masuk
wilayah Kabupaten Bogor hingga kawasan Bojonggede.
Pusat bisnis baru
Rencana pembangunan dua jalan tol ini membuat Bappeda Kota Depok
mengantisipasi pertumbuhan kota. ?Kami sudah siapkan rencana kawasan
bisnis baru di sepanjang koridor Tol Antasari-Citayam dengan membuat
lima cluster wilayah pengembangan,? ujar Herman. Pertama cluster
Limo dengan konsentrasi untuk hunian, pendidikan, dan rekreasi.
Kedua cluster Krukut/Grogol untuk hunian dan komersial. Ketiga
cluster Rangkapan Jaya untuk hunian, rekreasi, dan komersial.
Keempat cluster Cipayung untuk hunian, pendidikan terpadu, dan
fasilitas komersial. Dan, kelima cluster Pondok Jaya untuk pusat
perdagangan dan kebutuhan pokok. Lima cluster itu diprediksikan
tumbuh sebagai pusat-pusat bisnis baru.
Penyusunan cluster ini untuk mengendalikan pertumbuhan kota di
sekitar jalan tol sehingga pembangunan tidak serampangan dan
semrawut.
Selama ini pertumbuhan kawasan bisnis Kota Depok terpusat di Jalan
Margonda Raya. Lihatlah di sepanjang jalan itu ada bengkel otomotif,
toko, restoran, mal, plaza, ruko, dan warnet yang menjamur. Tak
heran jika jalan utama kota ini selalu padat, terutama pada jam
sibuk.
Pembangunan jalan tol ini diperkirakan akan menjadi faktor
pembangkit bagi pertumbuhan kawasan Depok Tengah dan Depok Barat,
yang selama ini cenderung agak terpisah dibandingkan wilayah timur
Depok. Yang pasti, dua jalan tol ini akan mempersingkat jarak tempuh
Depok dan Jakarta, serta Depok dengan Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
Menurut Herman, lokasi yang berpotensi dan berpeluang jadi pusat
kegiatan usaha adalah Beji dan Pancoran Mas (Jalan Margonda Raya
sampai Jatimulya).
Tiga pusat pertumbuhan baru yang diperkirakan cepat berkembang
setelah jalan tol dibangun adalah Cinere dan Jalan Limo Raya, serta
Sawangan dan kawasan Rangkepan Jaya Baru. Saat ini kompleks
perumahan skala besar atau real estat dengan segmen pasar menengah
dan menengah atas berlokasi di Sawangan, Limo, dan Beji.
Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah masyarakat Depok mendukung
pembangunan dua jalan tol ini? Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail
berharap warganya mendukung pembangunan infrastruktur kota itu
karena kehadiran dua jalan tol tersebut akan mempercepat pertumbuhan
kota.
Sosialisasi pembebasan lahan tol rencananya dilaksanakan bulan
Maret-April ini. Jalan Tol Cinere-Jagorawi, misalnya, akan memakan
lahan 135 hektar, berlokasi di sebelah utara jalur pipa gas.
Sejumlah permukiman warga akan tergusur, termasuk rumah di Kompleks
Pelni dan Taman Duta Depok.
Kepala Subbag Pemerintahan Umum Pemkot Depok Theo S menegaskan,
ganti rugi akan diberikan sesuai nilai jual obyek pajak (NJOP) dan
langsung kepada warga tanpa perantara. Warga dapat mengambil ganti
rugi di bank sehingga terbebas dari pungli oknum aparat.
Bagi Syahruddin (50), Ketua RT 01 RW 07, Kelurahan Bhaktijaya,
Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang rumahnya dekat jalur pipa gas, yang
penting warga tidak dizalimi.
Sosialisasi ganti rugi harus transparan dan tidak merugikan warga.
Kalau itu yang terjadi, kami dukung proyek jalan tol ini, katanya.
Proyek dua jalan tol ini salah satu ?pekerjaan rumah? bagi Wali Kota
Depok Nur Mahmudi Ismail yang harus diselesaikan.
Setidaknya, ketika konsep Megapolitan Jabodetabekjur (Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur) berlaku, Depok sudah
siap.
dimulai tahun ini. Dua jalan tol yang akan dibangun itu adalah Jalan
Tol Pangeran Antasari-Citayam-Bojonggede sepanjang 22 kilometer dan
Jalan Tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14,5 kilometer.
Pembangunan dua jalan tol di Depok dinilai sebagai pembangunan
transformasi ketiga di kota satelit ini. Transformasi pertama adalah
pembangunan kawasan perumnas tahun 1976-1980, dan dianggap
pembangunan yang berhasil karena merupakan proyek percontohan
perumnas. Transformasi kedua adalah pindahnya Kampus Universitas
Indonesia ke Depok tahun 1987. Perpindahan Kampus UI ke Depok ini
mengubah wajah Kota Depok.
Dan transformasi ketiga adalah rencana pembangunan dua jalan tol.
Rencana pembangunan jalan tol tersebut membuat Kota Depok kini makin
dilirik investor. Sekarang saja sejumlah pusat perbelanjaan dibangun
di Jalan Margonda Raya. Lihatlah, misalnya, ITC Depok (103.270 m2 )
yang dikelola |Grup Sinarmas, Depok Town Square (Detos) seluas
160.000 m2 milik PT Lippo Karawaci, dan Margo City Square (49.000
m2) milik Grup Djarum. Para investor besar ini mengantisipasi
perkembangan Kota Depok yang sangat pesat, terutama bila dua jalan
tol selesai dibangun, tiga-empat tahun ke depan.
Kota Depok saat ini luasnya 20.029 hektar (200,2 m2), atau kurang
sepertiga luas Kota Jakarta yang 650 km2. Jumlah penduduk Kota Depok
tahun 2005 tercatat 1,374 juta jiwa dengan kepadatan rata-rata
6.244,14 jiwa/kilometer persegi. Dari luas kota itu, 50 persen
kawasan sudah dibangun, sisanya masih lahan tak terpakai.
Jalan Tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14 km akan berfungsi secara
regional karena menghubungkan wilayah Tangerang, Bogor, Bekasi, dan
Jakarta. Jalan tol dengan enam lajur yang total selebar 30 meter ini
rencananya akan melalui Jalan Tol Bumi Serpong Damai (BSD) dan Jalan
Tol Merak-Jakarta, dan pada akhirnya menembus masuk Kota Tangerang.
Tol Cinere-Jagorawi ini juga menghubungkan wilayah Bogor karena
melintas di Jalan Tol Jagorawi serta menghubungkan wilayah Bekasi
karena melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan akhirnya menembus
Kota Cikarang.
Kehadiran Jalan Tol Cinere- Jagorawi ini diharapkan dapat mengurangi
beban jalan tol dalam kota Jakarta, yang saat ini sudah terlalu
padat dan selalu macet. ?Pembebasan lahan direncanakan dimulai tahun
2006 ini juga. Tahun 2007 dijadwalkan pembangunan konstruksi dimulai
dan diharapkan tahun 2009 tol ini sudah beroperasi,? kata Pelaksana
Tugas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota
Depok Herman Hidayat kepada Kompas pekan lalu.
Jalan tol lainnya yang akan dibangun dalam waktu bersamaan adalah
Jalan Tol Pangeran Antasari-Citayam-Bojonggede sepanjang 22 km.
Jalan tol ini akan menghubungkan Jakarta Selatan (Jalan P Antasari),
Kota Depok, dan Kabupaten Bogor sehingga memudahkan akses warga
Depok dan Bogor yang akan ke Jakarta dan sebaliknya. Sepanjang 2 km
pertama jalan tol ini masuk wilayah Jakarta, setelah itu sepanjang
16 km melewati Kota Depok hingga Citayam, dan sepanjang 4 km masuk
wilayah Kabupaten Bogor hingga kawasan Bojonggede.
Pusat bisnis baru
Rencana pembangunan dua jalan tol ini membuat Bappeda Kota Depok
mengantisipasi pertumbuhan kota. ?Kami sudah siapkan rencana kawasan
bisnis baru di sepanjang koridor Tol Antasari-Citayam dengan membuat
lima cluster wilayah pengembangan,? ujar Herman. Pertama cluster
Limo dengan konsentrasi untuk hunian, pendidikan, dan rekreasi.
Kedua cluster Krukut/Grogol untuk hunian dan komersial. Ketiga
cluster Rangkapan Jaya untuk hunian, rekreasi, dan komersial.
Keempat cluster Cipayung untuk hunian, pendidikan terpadu, dan
fasilitas komersial. Dan, kelima cluster Pondok Jaya untuk pusat
perdagangan dan kebutuhan pokok. Lima cluster itu diprediksikan
tumbuh sebagai pusat-pusat bisnis baru.
Penyusunan cluster ini untuk mengendalikan pertumbuhan kota di
sekitar jalan tol sehingga pembangunan tidak serampangan dan
semrawut.
Selama ini pertumbuhan kawasan bisnis Kota Depok terpusat di Jalan
Margonda Raya. Lihatlah di sepanjang jalan itu ada bengkel otomotif,
toko, restoran, mal, plaza, ruko, dan warnet yang menjamur. Tak
heran jika jalan utama kota ini selalu padat, terutama pada jam
sibuk.
Pembangunan jalan tol ini diperkirakan akan menjadi faktor
pembangkit bagi pertumbuhan kawasan Depok Tengah dan Depok Barat,
yang selama ini cenderung agak terpisah dibandingkan wilayah timur
Depok. Yang pasti, dua jalan tol ini akan mempersingkat jarak tempuh
Depok dan Jakarta, serta Depok dengan Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
Menurut Herman, lokasi yang berpotensi dan berpeluang jadi pusat
kegiatan usaha adalah Beji dan Pancoran Mas (Jalan Margonda Raya
sampai Jatimulya).
Tiga pusat pertumbuhan baru yang diperkirakan cepat berkembang
setelah jalan tol dibangun adalah Cinere dan Jalan Limo Raya, serta
Sawangan dan kawasan Rangkepan Jaya Baru. Saat ini kompleks
perumahan skala besar atau real estat dengan segmen pasar menengah
dan menengah atas berlokasi di Sawangan, Limo, dan Beji.
Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah masyarakat Depok mendukung
pembangunan dua jalan tol ini? Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail
berharap warganya mendukung pembangunan infrastruktur kota itu
karena kehadiran dua jalan tol tersebut akan mempercepat pertumbuhan
kota.
Sosialisasi pembebasan lahan tol rencananya dilaksanakan bulan
Maret-April ini. Jalan Tol Cinere-Jagorawi, misalnya, akan memakan
lahan 135 hektar, berlokasi di sebelah utara jalur pipa gas.
Sejumlah permukiman warga akan tergusur, termasuk rumah di Kompleks
Pelni dan Taman Duta Depok.
Kepala Subbag Pemerintahan Umum Pemkot Depok Theo S menegaskan,
ganti rugi akan diberikan sesuai nilai jual obyek pajak (NJOP) dan
langsung kepada warga tanpa perantara. Warga dapat mengambil ganti
rugi di bank sehingga terbebas dari pungli oknum aparat.
Bagi Syahruddin (50), Ketua RT 01 RW 07, Kelurahan Bhaktijaya,
Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang rumahnya dekat jalur pipa gas, yang
penting warga tidak dizalimi.
Sosialisasi ganti rugi harus transparan dan tidak merugikan warga.
Kalau itu yang terjadi, kami dukung proyek jalan tol ini, katanya.
Proyek dua jalan tol ini salah satu ?pekerjaan rumah? bagi Wali Kota
Depok Nur Mahmudi Ismail yang harus diselesaikan.
Setidaknya, ketika konsep Megapolitan Jabodetabekjur (Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur) berlaku, Depok sudah
siap.
sisi gelap sekretaris
WAKTU remaja, saat dihadapkan pada pekerjaan masa depan, sebagian kaum perempuan bercita-cita jadi seorang sekretaris. Kenapa harus sekretaris? Soalnya pekerjaan sekretaris identik dengan pekerjaan teratur dan rapi. Ada kesan keanggunan bagi wanita yang menjalaninya, dekat dengan atasan dan dekat dengan relasi bos tempat kerja.
Saat dewasa dan sudah menjalani profesi sekretaris, apakah gambaran itu sesuai? Bagi sebagian iya, tapi ada juga yang ternyata malah mendapat pengalaman buruk. Menjalani profesi kerjanya seperti mimpi buruk saja. Seperti halnya jenis pekerjaan lain, semua akan baik jika kita berjalan pada rel yang benar. Namun penyimpangan bisa ja terjadi karena dipengaruhi kekuatan hati yang lemah. Jadilah profesi sekretaris punya sisi gelapnya.
Contohnya saja seorang profesional sekretaris bernama Katlya (Bukan nama sebenarnya). Lembaran hitam yang kini dijalaninya berawal dari keterpaksaan karena terdesak ekonomi. Kira-kira sekitar lima tahun yang lalu, dia mulai bekerja sebagai sekretaris di perusahaan swasta di Batam. Pesonanya sebagai sekretaris terpancar dari hasil kerjanya apik dan profersional. Kian sempurna dengan parasnya yang cantik dan sosoknya yang menawan. Baru kerja tiga bulan sebagai sekretaris dia mendapat kabar buruk.
Orangtuanya di kampung terkena kanker dan harus segera dioperasi. Untuk operasi orangtua butuh bantuan biaya puluhan juta. Sebagai tulang punggung keluarga. Katlya berupaya mencari jalan. Tanya pinjaman sana sini, dan seorang relasi bosnya bersedia memberi pinjaman sebesar Rp. 30juta. Syaratnya hutang tersebut harus dikembalikan dalam tempo empat bulan. Bila tidak mampu sebagai jaminannya adalah dirinya.
Meski sudah bisa ditebak tidak bisa mengembalikan, Katlya terpaksa meminjam pada relasi bosnya, sebab itulah satu-satunya jalan. Sampai tibalah hari terburuk dalam hidupnya. Tidak mampu bayar hutang dan ragapun jadi taruhan. Hutangnya sebanyak Rp. 30juta pada relasi bosnya lunas dalam semalam disebuah kamar hotel. Waktu berjalan meski tahu jalan yang ditempuhnya menyimpang, harta dan fasilitas yang didapatkannya membuatnya tergiur.
“Pingin sih berhenti, tapi susah”, ujar Katlya sebagai lajang secara ekonomi tak ada masalah, rumah dan mobil mewah sudah jadi miliknya. Sepintas wanita ini seperti ini tak punya persoalan. Sisi gelap sekretaris menurut saya bisa saja terjadi, tapi itu sangat dipengaruhi kejiwaan dan keteguhan hati untuk tetap berjalan sebagai sekretaris profesional yang benar.
“tidak hanya pekerjaan sekretaris kok, semua pekerjaan lain juga bisa saja memiliki sisi gelapnya? Menurutku ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Tapi yang paling utama adalah keimanan masing-masing individu. Penyimpangan seperti itu bisa terjadi karena terdesak masalah ekonomi. Penyebab lainnya adalah keinginan untuk tampil lebih tapi kemampuan finansial tidak mendukung.
Tidak menutup kemungkinan juga karena kondisi tempat bekerja atau ketidakberdayaan sebagai bawahan untuk mengelak dari keinginan penyimpangan atasannya. Menjalani profesi sebagai sekretaris memang tidak gampang. Seorang sekretaris bukanlah seorang pembantu bos atau manager semata, namun seorang profesional dengan kualifikasi tugas, pekerjaan dan tanggung jawab yang sangat tinggi.
Dari mulai mengurus pertemuan dengan relasi, soal administrasi, mengatur rapat hingga urusan korespondensi. Seorang manager memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar dalam memimpin dan mengelola perusahaan, maka disitulah peran sekretaris untuk mendukung pimpinannya supaya tujuan dan target yang ingin ditetapkan bisa tercapai.
TIPS MENGHINDARI GODAAN.
Perkuat keteguhan hati dan iman
Apapun yang menggoda, ikuti kata hati
Dimanapun berada, orang iseng selalu banyak, jadi tergantung kitalah yang menyikapinya
Apapun profesinya, apakah itu sekretaris atau marketing atau pekerjaan lain, jadilah seorang yang mengendalikan situasi
Jangan biarkan situasi yang mengendalikan kita
Berani mengatakan tidak terhadap segala kemungkinan penyebab ketidakamanan yang bisa merugikan diri sendiri
Jadilah perempaun cerdas dan mandiri
Tidak semua yang kita inginkan Tuhan berikan, tapi percayalah semua yang kita butuhkan Tuhan akan memberikannya tapi jangan lupa berusaha
Punya sikap tegas adalah jalan terbaik
Ajakan bos sikapi dengan bijaksana dan cerdas
Cobalah lihat dulu konteks ajakan bos
Jika ajakan berkaitan dengan pekerjaan tidak masalah, jika urusan personal lihat apakah positif atau negatif.
Saat dewasa dan sudah menjalani profesi sekretaris, apakah gambaran itu sesuai? Bagi sebagian iya, tapi ada juga yang ternyata malah mendapat pengalaman buruk. Menjalani profesi kerjanya seperti mimpi buruk saja. Seperti halnya jenis pekerjaan lain, semua akan baik jika kita berjalan pada rel yang benar. Namun penyimpangan bisa ja terjadi karena dipengaruhi kekuatan hati yang lemah. Jadilah profesi sekretaris punya sisi gelapnya.
Contohnya saja seorang profesional sekretaris bernama Katlya (Bukan nama sebenarnya). Lembaran hitam yang kini dijalaninya berawal dari keterpaksaan karena terdesak ekonomi. Kira-kira sekitar lima tahun yang lalu, dia mulai bekerja sebagai sekretaris di perusahaan swasta di Batam. Pesonanya sebagai sekretaris terpancar dari hasil kerjanya apik dan profersional. Kian sempurna dengan parasnya yang cantik dan sosoknya yang menawan. Baru kerja tiga bulan sebagai sekretaris dia mendapat kabar buruk.
Orangtuanya di kampung terkena kanker dan harus segera dioperasi. Untuk operasi orangtua butuh bantuan biaya puluhan juta. Sebagai tulang punggung keluarga. Katlya berupaya mencari jalan. Tanya pinjaman sana sini, dan seorang relasi bosnya bersedia memberi pinjaman sebesar Rp. 30juta. Syaratnya hutang tersebut harus dikembalikan dalam tempo empat bulan. Bila tidak mampu sebagai jaminannya adalah dirinya.
Meski sudah bisa ditebak tidak bisa mengembalikan, Katlya terpaksa meminjam pada relasi bosnya, sebab itulah satu-satunya jalan. Sampai tibalah hari terburuk dalam hidupnya. Tidak mampu bayar hutang dan ragapun jadi taruhan. Hutangnya sebanyak Rp. 30juta pada relasi bosnya lunas dalam semalam disebuah kamar hotel. Waktu berjalan meski tahu jalan yang ditempuhnya menyimpang, harta dan fasilitas yang didapatkannya membuatnya tergiur.
“Pingin sih berhenti, tapi susah”, ujar Katlya sebagai lajang secara ekonomi tak ada masalah, rumah dan mobil mewah sudah jadi miliknya. Sepintas wanita ini seperti ini tak punya persoalan. Sisi gelap sekretaris menurut saya bisa saja terjadi, tapi itu sangat dipengaruhi kejiwaan dan keteguhan hati untuk tetap berjalan sebagai sekretaris profesional yang benar.
“tidak hanya pekerjaan sekretaris kok, semua pekerjaan lain juga bisa saja memiliki sisi gelapnya? Menurutku ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Tapi yang paling utama adalah keimanan masing-masing individu. Penyimpangan seperti itu bisa terjadi karena terdesak masalah ekonomi. Penyebab lainnya adalah keinginan untuk tampil lebih tapi kemampuan finansial tidak mendukung.
Tidak menutup kemungkinan juga karena kondisi tempat bekerja atau ketidakberdayaan sebagai bawahan untuk mengelak dari keinginan penyimpangan atasannya. Menjalani profesi sebagai sekretaris memang tidak gampang. Seorang sekretaris bukanlah seorang pembantu bos atau manager semata, namun seorang profesional dengan kualifikasi tugas, pekerjaan dan tanggung jawab yang sangat tinggi.
Dari mulai mengurus pertemuan dengan relasi, soal administrasi, mengatur rapat hingga urusan korespondensi. Seorang manager memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar dalam memimpin dan mengelola perusahaan, maka disitulah peran sekretaris untuk mendukung pimpinannya supaya tujuan dan target yang ingin ditetapkan bisa tercapai.
TIPS MENGHINDARI GODAAN.
Perkuat keteguhan hati dan iman
Apapun yang menggoda, ikuti kata hati
Dimanapun berada, orang iseng selalu banyak, jadi tergantung kitalah yang menyikapinya
Apapun profesinya, apakah itu sekretaris atau marketing atau pekerjaan lain, jadilah seorang yang mengendalikan situasi
Jangan biarkan situasi yang mengendalikan kita
Berani mengatakan tidak terhadap segala kemungkinan penyebab ketidakamanan yang bisa merugikan diri sendiri
Jadilah perempaun cerdas dan mandiri
Tidak semua yang kita inginkan Tuhan berikan, tapi percayalah semua yang kita butuhkan Tuhan akan memberikannya tapi jangan lupa berusaha
Punya sikap tegas adalah jalan terbaik
Ajakan bos sikapi dengan bijaksana dan cerdas
Cobalah lihat dulu konteks ajakan bos
Jika ajakan berkaitan dengan pekerjaan tidak masalah, jika urusan personal lihat apakah positif atau negatif.
Perintah Manajemen Menuju Sukses
Biasanya manajemen menggabungkan beberapa ketrampilan, pendekatan, dan pemahaman baik itu profesi artis, penjual, penemu, pemimpi, jurubicara, wiraswastawan, perencana, konselor, pengkotbah, pendekar, diplomat, operator, negosiator, pemimpin, dan filsuf. Manajer adalah bos, kolega, teman sejawat, bawahan, guru, siswa, mentor, model peran, dan murid.
Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan serta hubungan dengan individu lainnya. Simak deh...!
Laba (profit) dan laba atas modal (return on investment)
Baik jangka pendek dan jangka panjang manajemen adalah dewa yang mengantarkan Anda dari tanah gersang mediokritas, kebangkrutan, dan pembubaran, untuk keluar dari kegagalan.
Ingatlah pilar-pilar tinggi dalam manajemen unggul
Perlunya perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.
Menjadi sosok yang diteladani
Untuk menjadi teladan, Anda tidak boleh bersumpah palsu, harus loyal, dan jangan curang kepada kolega Anda, apalagi kepada perusahaan atau profesi.
Hormati atasan dan rekan
Hormatilah mereka, baik itu mentor Anda, atasan Anda, sejawat Anda, bawahan Anda, dan kolega-kolegas Anda. Sehingga Anda akan lebih awet dalam perusahaan, pangkat, maupun jabatan eksekutif. Anda pun akan dihormati sebagai individu yang loyal.
Tidak boleh iri hati
Anda tidak boleh iri hati terhadap jabatan, gaji, perusahaan, kantor, staf, atau sumber daya kolega atau pesaing Anda. Tetapi belajarlah dari mereka dan dari keadaan sehingga Anda dapat maju dan menang dalam pergulatan untuk naik lebih cepat.
Jangan mengajukan saksi palsu
Jangan sekali-sekali mengajukan saksi palsu terhadap mereka di dalam atau di luar perusahaan. Anda juga tidak boleh menfitnah, mencemarkan, memutarbalikan fakta–intregitas pribadi, profesional. Organisasional juga harus dijunjung tinggi.
Tidak boleh mencuri, menyuap, atau disuap
Artinya, Anda tidak boleh menerima berbagai hadiah yang diberikan sebagai antisipasi pertolongan sekarang atau di masa datang, tidak boleh memalsukan catatan pengeluaran, hasil atau fakta atau menyembunyikan angka-angka maupun tes pengamanan atau tes kinerja. Sekali Anda melakukannya, tamatlah riwayat Anda.
Jangan membunuh gagasan baru
Jika Anda membunuh gagasan baru, berarti Anda juga membunuh pendekatan inovatif atau pendekatan tidak biasa, membunuh tindakan meninggalkan status quo atau mempertanyakan status quo, tetapi mestinya mendorong sikap mempertanyakan, sikap kreatif, sikap berani mengambil risiko, dan sikap inovatif.
Tidak boleh meninggalkan perasaan kemanusiaan
Anda juga dituntut peka dan peduli terhadap orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Apapun tingkat sukses Anda dalam organisasi, Anda harus dapat melihat diri Anda di cermin dalam hubungan Anda dengan peran utama sebagai manusia.
Jangan berhenti berjuang
Sampai kapanpun Anda jangan pernah berhenti berjuang. Hal ini berguna untuk mencapai kesempurnaan diri Anda sendiri, kolega-kolega Anda, dan organisasi Anda dalam berbagai aspek seni dan ilmu manajemen.
Nah, ke-10 perintah tersebut di atas bisa diinterprestasikan dan diterapkan secara sempit atau luas tergantung dari situasi, organisasi, dan individu yang terlibat. Perintah-perintah tersebut memberikan pedoman dan rambu-rambu dalam menghadapi kompleksitas serta tantangan, peluang, dan kepuasaan yang terkandung dalam manajemen modern masa kini. Nah jika Anda ingin sukses, tak ada salahnya taati 10 perintah manajemen di atas.
Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan serta hubungan dengan individu lainnya. Simak deh...!
Laba (profit) dan laba atas modal (return on investment)
Baik jangka pendek dan jangka panjang manajemen adalah dewa yang mengantarkan Anda dari tanah gersang mediokritas, kebangkrutan, dan pembubaran, untuk keluar dari kegagalan.
Ingatlah pilar-pilar tinggi dalam manajemen unggul
Perlunya perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.
Menjadi sosok yang diteladani
Untuk menjadi teladan, Anda tidak boleh bersumpah palsu, harus loyal, dan jangan curang kepada kolega Anda, apalagi kepada perusahaan atau profesi.
Hormati atasan dan rekan
Hormatilah mereka, baik itu mentor Anda, atasan Anda, sejawat Anda, bawahan Anda, dan kolega-kolegas Anda. Sehingga Anda akan lebih awet dalam perusahaan, pangkat, maupun jabatan eksekutif. Anda pun akan dihormati sebagai individu yang loyal.
Tidak boleh iri hati
Anda tidak boleh iri hati terhadap jabatan, gaji, perusahaan, kantor, staf, atau sumber daya kolega atau pesaing Anda. Tetapi belajarlah dari mereka dan dari keadaan sehingga Anda dapat maju dan menang dalam pergulatan untuk naik lebih cepat.
Jangan mengajukan saksi palsu
Jangan sekali-sekali mengajukan saksi palsu terhadap mereka di dalam atau di luar perusahaan. Anda juga tidak boleh menfitnah, mencemarkan, memutarbalikan fakta–intregitas pribadi, profesional. Organisasional juga harus dijunjung tinggi.
Tidak boleh mencuri, menyuap, atau disuap
Artinya, Anda tidak boleh menerima berbagai hadiah yang diberikan sebagai antisipasi pertolongan sekarang atau di masa datang, tidak boleh memalsukan catatan pengeluaran, hasil atau fakta atau menyembunyikan angka-angka maupun tes pengamanan atau tes kinerja. Sekali Anda melakukannya, tamatlah riwayat Anda.
Jangan membunuh gagasan baru
Jika Anda membunuh gagasan baru, berarti Anda juga membunuh pendekatan inovatif atau pendekatan tidak biasa, membunuh tindakan meninggalkan status quo atau mempertanyakan status quo, tetapi mestinya mendorong sikap mempertanyakan, sikap kreatif, sikap berani mengambil risiko, dan sikap inovatif.
Tidak boleh meninggalkan perasaan kemanusiaan
Anda juga dituntut peka dan peduli terhadap orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Apapun tingkat sukses Anda dalam organisasi, Anda harus dapat melihat diri Anda di cermin dalam hubungan Anda dengan peran utama sebagai manusia.
Jangan berhenti berjuang
Sampai kapanpun Anda jangan pernah berhenti berjuang. Hal ini berguna untuk mencapai kesempurnaan diri Anda sendiri, kolega-kolega Anda, dan organisasi Anda dalam berbagai aspek seni dan ilmu manajemen.
Nah, ke-10 perintah tersebut di atas bisa diinterprestasikan dan diterapkan secara sempit atau luas tergantung dari situasi, organisasi, dan individu yang terlibat. Perintah-perintah tersebut memberikan pedoman dan rambu-rambu dalam menghadapi kompleksitas serta tantangan, peluang, dan kepuasaan yang terkandung dalam manajemen modern masa kini. Nah jika Anda ingin sukses, tak ada salahnya taati 10 perintah manajemen di atas.